Suami jangan tunggu rekening bank diblokir
Nasional

Suami jangan tunggu rekening bank diblokir

SUAMI dan mantan suami yang enggan memberikan nafkah kini menghadapi pembatasan rekening bank.

Departemen Kehakiman Syariah Malaysia (JKSM) dalam sebuah pernyataan Senin lalu menginformasikan masalah tersebut menyusul amandemen Jadwal 11 Undang-Undang Jasa Keuangan 2013, Undang-Undang Jasa Keuangan Islam 2013 dan Undang-Undang Lembaga Keuangan Pembangunan 2002 yang disahkan pada 10 Februari.

Menurut JKSM, pembatasan rekening akan dilakukan sampai suami atau mantan suami melunasi utang pemeliharaannya.

Saat ini, banyak perempuan dikatakan teraniaya akibat ulah mantan suaminya yang sengaja tidak membayar tunjangan.

Sayangnya, tindakan tersebut juga berdampak pada anak-anak yang menjadi korban perpisahan orang tuanya.

Bagi pasangan suami istri, tunjangan merupakan hak istri yang harus dibayar oleh suami. Sayangnya, ada suami yang enggan memberikan nafkah dengan alasan istri bekerja dan sudah memiliki gaji sendiri.

Secara umum, tunjangan adalah pengeluaran untuk tanggungan seperti istri dan anak-anak, bahkan jika istri bekerja dan memiliki penghasilan lebih besar dari suami.

Meliputi kebutuhan sandang, pangan, sandang, pendidikan, agama dan obat-obatan.Imam an-Nawawi menyebutkan secara lebih rinci pemeliharaan bagi istri, yaitu sandang, pangan, bahan masak, sandang, perlengkapan pribadi, perlengkapan rumah tangga dan pembantu jika istri biasanya memiliki asisten.

Padahal, tidak ada alasan bagi suami atau mantan suami untuk tidak membayar tunjangan kecuali karena alasan yang diperbolehkan seperti cacat tetap.

Oleh karena itu, langkah untuk mencegah suami menggunakan uang dari rekening banknya sendiri dibenarkan. Tindakan tersebut diharapkan dapat memberikan pelajaran, selain memaksa mereka untuk memenuhi tanggung jawab mereka.

Apalagi, laporan menunjukkan bahwa masalah tunjangan, termasuk suami yang selingkuh, menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus perceraian di Malaysia.

Namun, kami juga berharap sanksi tersebut dapat diterapkan secara adil dan tidak membebani pihak manapun, apalagi di masa sulit pandemi Covid-19 sekarang ini.

Semua pihak harus saling memperhatikan.

Posted By : togel hongķong 2021