Sindikat sertifikat vaksin palsu rancaknya
Nasional

Sindikat sertifikat vaksin palsu rancaknya

SEJAK Juli lalu, wartawan Sinar Harian mengungkapkan tentang kegiatan sindikat penjualan vaksin yang menawarkan sertifikat palsu dengan harga sekitar RM800.

Dalam laporan khusus, seorang jurnalis Sinar Harian yang menyamar masuk ke klinik dan pusat vaksinasi mengungkapkan bahwa ada orang dalam yang bersekongkol dalam kegiatan tersebut.

Saat itu, permintaan sertifikat vaksin masih sedikit karena relaksasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Perintah Pengendalian Gerakan (PKP) masih dalam tahap awal.

Menyusul rangkaian pengungkapan tersebut, pihak berwajib diketahui telah mulai melakukan penyelidikan dan bahkan jurnalis Sinar Harian sendiri juga tercatat sebagai jurnalis dengan ponsel jurnalis tersebut juga diambil oleh penyidik.

Dapat dipahami bahwa beberapa pihak telah ditangkap setelah aktivitas pada waktu itu.

Namun, dengan dilonggarkannya SOP yang lebih banyak oleh pemerintah, termasuk lintas negara dan lintas negara, permintaan sertifikat vaksin palsu kembali meningkat.

Kali ini, penjualan vaksin palsu kembali muncul ketika pihak berwenang menemukan beberapa jemaah umrah dan pemudik positif Covid-19 namun tidak pernah mengonsumsi vaksin tersebut.

Akhirnya sejak Senin lalu, satu demi satu pengungkapan mengejutkan lagi tentang betapa maraknya penjualan vaksin palsu di tanah air.

Meski dua sindikat sudah berhasil dibobol, aparat tidak boleh berpuas diri. Hal ini karena bukan tidak mungkin semakin banyak dokter atau sukarelawan di negara-negara bermata gelap lainnya yang bersedia menjual vaksin palsu demi mendapatkan uang besar.

Kementerian Kesehatan Malaysia juga harus mengambil tindakan segera untuk memastikan tidak ada klinik yang menyalahgunakan fasilitas yang diberikan kepada mereka. Dan pertanyaan yang lebih besar sekarang adalah seberapa akurat jumlah penerima dua dosis vaksin secara statistik.

Ini karena pernahkah kita menghitung satu kali individu yang memiliki sertifikat vaksin palsu dalam statistik penerima lengkap dua dosis vaksin?

Posted By : togel hongķong 2021