Pulihkan segera ekonomi negara
Video

Pulihkan segera ekonomi negara

TANDA bahwa perekonomian suatu negara berada dalam situasi yang sulit adalah ketika tingkat kontraksi yang rendah disajikan sebagai pertanda baik.

Itulah yang terjadi pada perekonomian Malaysia akibat krisis Covid-19 yang memasuki tahun kedua. Ketidakstabilan politik memperburuk situasi.

Seperti diberitakan, beberapa kategori pemeringkatan internasional mengalami penurunan dan beberapa perusahaan asing dengan investasi puluhan miliar ringgit telah mengumumkan akan pindah ke negara tetangga, khususnya Indonesia dan Vietnam.

Pada kuartal I tahun ini Januari-Maret, Produk Domestik Bruto (PDB) naik 0,5 persen. Artinya, menjadi lebih kecil pada tingkat setengah persen.

Dalam keadaan normal, kesehatan ekonomi diukur dengan tingkat pertumbuhan. Misalnya, untuk 2019, sebelum Covid-19 dan selama pemerintahan Pakatan Harapan (PH), ekonomi kita tumbuh 4,3 persen.

Itu pun sudah dianggap tidak memuaskan dan berbahaya karena merupakan angka terendah sejak perekonomian negara itu pulih dari krisis ekonomi global pada 2008.

Saat itu, Gubernur Bank Negara Datuk Nor Shamsiah Mohd Yunus mengatakan pertumbuhan kuartal terakhir 2019 – Oktober hingga Desember – sebesar 3,6 persen, terendah dalam 41 kuartal sejak kuartal ketiga 2009.

Tetapi pada konferensi pers pada 11 Mei, Nor Shamsiah menggambarkan kontraksi 0,5 persen pada kuartal pertama tahun ini sebagai ‘tanda positif bahwa ekonomi pulih’.

Bahkan, dia yakin, Perintah Pengendalian Gerakan (PKP) putaran ketiga yang berlaku saat ini tidak akan berdampak besar terhadap pertumbuhan karena hampir semua sektor ekonomi diperbolehkan beroperasi.

Begitulah statistik dan data ekonomi diinterpretasikan atau, seperti yang dikatakan beberapa orang, dimanipulasi untuk memberikan hasil terbaik kepada pemangku kepentingan seperti Bank Negara.

Inflasi

Tugas utama Bank Negara adalah melaksanakan kebijakan moneter, mengawasi sistem perbankan dan menyediakan jasa keuangan termasuk penelitian ekonomi dengan tujuan menstabilkan mata uang, menjaga pengangguran rendah dan mengendalikan inflasi.

Seperti yang diketahui atau dialami banyak orang, beberapa dari tugas-tugas itu tidak tercapai. Ringgit terdepresiasi terhadap dolar AS dan mata uang yang setara dengan kita.

Dalam hal nilai tukar riil atau dalam bahasa Inggris, Nilai Tukar Riil (REER), nilai ringgit untuk bulan Maret tahun ini adalah 9,5 persen di bawah nilai tahun 2005.

Nilai ringgit Malaysia sangat tergantung pada harga komoditas utama seperti minyak dan gas, kelapa sawit dan karet. Tingkat pengangguran melonjak karena pembatasan kegiatan ekonomi, terutama manufaktur, transportasi dan pariwisata. Inflasi, di sisi lain, meningkat karena produksi dan rantai pasokan macet.

Jadi, bagi Gubernur Bank Negara, kontraksi 0,5 persen merupakan pertanda baik karena pada kuartal sebelumnya, Oktober hingga Desember 2020, ekonomi negara mengalami kontraksi 3,4 persen.

Pada kuartal pertama tahun 2020, ketika Covid-19 mulai menyebar di Malaysia, PDB tumbuh pada tingkat 0,7 persen. Pada kuartal kedua, ketika PKP pertama kali diperkenalkan, ekonomi mengalami kontraksi 17,1 persen karena hampir semua sektor ekonomi diperintahkan untuk ditutup.

Dari pengalaman itu, kita tahu pemerintah tidak bisa memaksakan pembatasan kegiatan ekonomi sebagai metode utama untuk memblokir Covid-19.

Suka tidak suka, kita harus menyeimbangkan antara pengendalian epidemi dan kebutuhan untuk menghidupkan kembali perekonomian secara besar-besaran.

Kalau tidak, kita tidak hanya akan terus menghadapi risiko kematian karena Covid-19, kita juga lebih mungkin mati atau terhambat karena kekurangan makanan.Tanda-tanda awal kelaparan sudah mulai terlihat di kalangan masyarakat miskin kota. Situasinya belum tentu lebih baik di antara kaum miskin pedesaan, hanya saja belum banyak penelitian yang dilakukan terhadap mereka.

Wallahualam.

* Datuk A Kadir Jasin adalah Wartawan Nasional

Posted By : result hk 2021