Menahan pengemudi mabuk
Video

Menahan pengemudi mabuk

BEBERAPA sebuah insiden baru-baru ini dilaporkan melibatkan pengemudi mabuk yang melanggar orang lain yang mengakibatkan cedera dan kematian.

Kejadian berulang ini menarik perhatian masyarakat karena mereka khawatir jika situasi tidak terkendali, akan merenggut lebih banyak nyawa termasuk anggota garis depan yang mengabdi untuk negara.

Kekhawatiran orang-orang bukanlah rekayasa mereka tetapi memiliki fondasi yang kuat karena insiden berulang seperti itu. Hal ini tidak lagi menjadi persoalan tersendiri karena terus terjadi yang tidak hanya mengakibatkan kematian korban yang dilanggar tetapi juga mengakibatkan keluarga korban kehilangan orang yang dicintai dan pencari nafkah. Hal itu berdampak pada keluarga korban yang seolah terjatuh dari tangga.

Sudah saatnya pemerintah mengambil tindakan drastis secara holistik untuk meredam gejala-gejala yang tidak diinginkan tersebut melalui pendidikan, legislasi, dan hukuman yang sesuai.

Perbuatan egois yang menyebabkan kematian atau luka juga tidak sejalan dengan nilai dan norma yang berlaku di Malaysia dan tidak berpusat pada budaya leluhur dari garis keturunan manapun di negara kita.

Pertubuhan Pembela Ummah (PEMBELA) yang tergabung dalam Ikatan Pengacara Muslim dalam pernyataan media beberapa hari lalu, antara lain, mendesak pemerintah untuk:

1. Menggandakan upaya menginformasikan dan mengedukasi masyarakat tentang bahaya minum alkohol dan mabuk-mabukan di tempat umum.

2. Mengontrol secara ketat tempat penjualan minuman keras yang memabukkan dan izin penjualan hanya diberikan dalam jumlah tertentu berdasarkan jumlah orang dewasa non muslim di suatu tempat.

3. Mengubah undang-undang dan peraturan untuk:

a) Penyebab tempat yang menyediakan minuman memabukkan seperti klub malam, hotel, restoran dll bertanggung jawab untuk memastikan pelanggan mereka tidak meninggalkan tempat mereka dalam keadaan mabuk. Jika pelanggan mabuk, mereka bertanggung jawab untuk mengirim atau menyediakan kendaraan pulang untuk memastikan tidak terjadi kecelakaan. Kegagalan untuk melakukannya dapat mengakibatkan penutupan bisnis mereka.

b) Menetapkan hukuman yang lebih berat termasuk hukuman restoratif bagi pengemudi mabuk terlepas dari apakah mereka terlibat dalam kecelakaan atau tidak.

c) Menetapkan aturan khusus untuk pengemudi mabuk yang menyebabkan kerusakan umum, cedera atau kematian untuk bertanggung jawab atas kerusakan untuk memperbaiki kerusakan umum, membayar korban yang terluka dan keluarga korban yang meninggal, di samping kompensasi asuransi yang diterima.

d) Mencabut Surat Izin Mengemudi (SIM) pengemudi yang kedapatan mabuk saat mengemudi baik terlibat kecelakaan maupun tidak.

e) Membatasi minum alkohol di tempat pribadi hanya untuk non-Muslim dewasa dan dilarang keras untuk Muslim.

f) Menetapkan program wajib bagi pengemudi mabuk yang pernah terlibat kecelakaan dilarang minum alkohol dalam jangka waktu lama dan diuji secara berkala.

PEMBELA sangat ingin pemerintah memberantas gejala mengemudi dalam keadaan mabuk dan mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan tersebut di atas.

Insiden pengemudi mabuk yang menyebabkan kematian telah lama dibicarakan, tetapi tindakan drastis belum dilakukan oleh pemerintah baik dulu maupun sekarang. Sekarang pemerintah dilaporkan telah membentuk komite Kabinet untuk menangani pengemudi mabuk.

Beberapa orang mungkin berpendapat bahwa non-Muslim tidak boleh dilarang minum alkohol karena kebebasan mendasar atau hak beragama. Namun, sangat penting untuk diingat bahwa sangat penting untuk tidak membahayakan orang lain seperti cedera dan kematian.

Desakan PEMBELA harus menjadi perhatian panitia Kabinet dalam mencari formula untuk menangani pengemudi mabuk, yang tidak hanya terfokus pada hukuman berat.

* Datuk Zainul Rijal Abu Bakar adalah Presiden Asosiasi Pengacara Muslim Malaysia

Posted By : result hk 2021