Memulihkan perekonomian negara
Video

Memulihkan perekonomian negara

KETENATAN Perekonomian saat ini sering dikaitkan dengan pertanyaan tentang pandemi virus corona (Covid-19). Tidak dapat disangkal bahwa epidemi telah mengakibatkan lebih dari 60 juta kasus infeksi pada November 2020 dan lebih dari 1,4 juta kematian melumpuhkan ekonomi dunia.

Upaya preventif, terutama pengendalian pergerakan masyarakat, telah berdampak pada berbagai industri ekonomi.

Parahnya lagi, hilangnya jutaan pekerjaan di berbagai sektor telah memperburuk kemerosotan ekonomi, tetapi harus dipahami bahwa perlambatan ekonomi bukan hanya karena Covid-19.

Ada faktor lain yang sebenarnya mempengaruhi perekonomian negara yang perlu dikaji ulang. Perspektif holistik tentang kemerosotan ekonomi perlu dipahami.

Ekonomi yang berjalan di seluruh dunia saat ini adalah ekonomi yang terkait dengan riba. Dari sistem perbankan maupun sistem keuangan.

Sistem riba menjadi induk dari sistem ekonomi kapitalis yang hanya dikuasai segelintir elit dunia. Merinci solusi perlambatan ekonomi perlu melihat beberapa aspek ekonomi makro dan mikro.

Negara ini masih terbebani dengan tagihan impor pangan yang mencapai lebih dari RM50 miliar per tahun. Sepertinya tidak akan berkurang.

Nilai uang yang keluar negeri menyebabkan negara menanggung beban yang berat. Oleh karena itu, upaya pengurangan tagihan impor pangan perlu diintensifkan.

Sementara itu, langkah-langkah untuk mengoptimalkan penggunaan lahan pertanian harus digulirkan dan meningkatkan produksi pangan (agro food) sehingga menekan biaya input pertanian harus mendapat perhatian serius.

Ketergantungan pada sumber daya manusia luar dalam industri makanan harus diminimalkan. Selanjutnya, perlu dirumuskan skema peluang wirausaha dan modal awal wirausaha mikro.

PNS yang kini berjumlah sekitar satu juta orang tidak mungkin bisa menampung lulusan seluruh negeri. Sudah saatnya pengangguran lulusan universitas diatasi dengan membangun karir sendiri.

Isu-isu di tingkat mikro jelas banyak menyebabkan terhambatnya perkembangan dan kelangsungan usaha. Meski nilai properti menunjukkan tanda-tanda menurun, tarif sewa lokasi dan tempat usaha tetap tinggi.

Langkah-langkah untuk menurunkan tarif sewa perlu diambil untuk meningkatkan permintaan. Pemerintah juga perlu mengambil langkah untuk merasionalisasi rezim pajak yang dapat membantu arus kas dalam perekonomian terbuka.

Pajak individu dan perusahaan mempengaruhi likuiditas kas di pasar. Penerimaan negara dari sistem pajak GST atau SST perlu dirinci agar pendapatan golongan B40 dan M40 tidak terpengaruh.

Langkah untuk fokus dan memperkuat industri kebutuhan dasar sangat membantu negara dari ketergantungan pada sumber daya eksternal. Tak mau kalah, upaya menggencarkan pariwisata dalam negeri perlu diperkuat.

Wisata outbound akan mempengaruhi arus kas negara. Kemampuan untuk menarik wisatawan ke negara ini lebih lanjut membantu ekonomi lokal.

Penilaian kehilangan pekerjaan akibat epidemi perlu mendapat perhatian serius. Skema re-employment pekerja yang di PHK di berbagai sektor perlu digarap.

Tawaran pekerjaan di berbagai sektor melalui industri padat karya perlu diperluas. Pemerintah juga harus kritis terhadap perjanjian perdagangan luar negeri yang tidak adil.

Pada akhirnya, solusi untuk perlambatan ekonomi negara harus mengadopsi pendekatan yang lebih mendasar dan holistik. Hanya dengan begitu krisis ekonomi akan pulih.

* Mohd Azmi Abd Hamid adalah Presiden Dewan Konsultatif Organisasi Islam Malaysia dan Presiden Dorongan Pemberdayaan Melayu

Posted By : result hk 2021