LRT akan menjadi kebanggaan masyarakat Ipoh
Nasional

LRT akan menjadi kebanggaan masyarakat Ipoh

SEJAK pemerintah Perak mengumumkan penyediaan layanan Light Rail Transit (LRT) di Ipoh, kota yang sebelumnya ‘tenang’ itu menjadi perdebatan hangat.

Tak hanya menjadi topik utama warga kota, namun netizen juga tak ketinggalan untuk mendongkrak citra dan wajah baru yang akan mengubah Ipoh.

Tengok saja Facebook dan Twitter, penuh foto-foto lokasi fokus di Ipoh telah dimodifikasi dengan adanya stasiun LRT.

Gambar baru dengan layanan LRT yang disediakan oleh netizen di Pasar Besar Ipoh, pemukiman Gugusan Manjoi, pusat piknik Ulu Chepor, kota tua Ipoh dan restoran nasi ganja Yong Suan semakin menjadi tren di platform media sosial, juga beberapa tidak setuju dengan proposal tersebut.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kota Ipoh telah mendapat pengakuan dari portal perjalanan dunia, Lonely Planet pada tahun 2016 sebagai salah satu dari 10 wilayah teratas dunia untuk dikunjungi.

Koran berpengaruh dunia, The New York Times di kolom Travel tahun 2017 juga menerbitkan artikel berjudul Why Ipoh, Malaysia, Harus Ada di Travel Radar Anda. Kepopuleran yang diraih Ipoh harus dijadikan peluang oleh Dewan Kota Ipoh (MBI) untuk mengupgrade dan meningkatkan fasilitas yang ada, terutama struktur transportasi untuk dijadikan daya tarik dan dikenalkan kepada wisatawan.

Sejak tahun 1988, MBI telah menjalin hubungan baik sebagai kota kembar dengan Kota Fukuoka, Jepang diikuti oleh Guangzhou, Cina dengan masing-masing memiliki tingkat jaringan transportasi umum terbaik.

Metro Guangzhou misalnya adalah transportasi umum utama yang digunakan oleh semua penduduk dan wisatawan. Kurang lebih sama dengan LRT di Kuala Lumpur dan seperti yang diusulkan untuk dikembangkan di Ipoh.

Prefektur Fukuoka merupakan pusat layanan feri internasional dan memiliki jaringan transportasi udara terbaik serta jaringan transportasi kereta api besar yang dilengkapi dengan jalan raya dan jalan raya.

Ini termasuk jaringan kereta api dan jalan raya publik dan pribadi, bandara untuk penerbangan internasional, domestik dan umum, bus, layanan pengiriman sepeda motor, berjalan kaki, bersepeda serta pengiriman komersial.

Dengan demikian, penyediaan layanan LRT di Ipoh merupakan pengembangan yang diperlukan di masa depan karena kota ini berencana untuk menjadi kota provinsi setelah tahun 2035.

Disampaikan Walikota Ipoh, Datuk Rumaizi Baharin, kota ini sedang dikembangkan menjadi provinsi baru dan pusat dari kabupaten terdekat, termasuk Kinta, Kampar, Batang Padang, Cameron Highlands, Kuala Lipis dan Gua Musang.

Berdasarkan Rancangan Rencana Daerah Kota Ipoh 2035 (Penggantian) yang dikeluarkan MBI, sebanyak 28 stasiun LRT telah diusulkan untuk dikembangkan dengan total jarak 58 kilometer (km).Proyek yang diusulkan untuk membuat layanan LRT akan melibatkan dua rute, masing-masing 16 stasiun.

Rute Meru Raya-Ipoh-Batu Gajah menempuh jarak 30km, sedangkan rute Bandar Sunway-Ipoh-Simpang Pulai sejauh 28km dengan frekuensi pelayanan enam menit.

Stasiun rute pertama yang direncanakan berada di Meru Raya, Jelapang, Manjoi, Silibin, Medan Kidd, stasiun utama, UTC Ipoh, Pasir Puteh, Pasir Pinji, Falim, Menglembu, Pengkalan, Stasiun 18, Lahat, Batu Gajah Perdana dan Batu Gajah.

Sedangkan stasiun rute kedua berada di Bandar Sunway, Tambun, Ipoh Garden, Stadion, Rumah Sakit, Medan Raya kemudian melalui stasiun utama dan menuju stasiun Maju Rapat, Medan Gopeng, Gunung Rapat, Taman Chempaka, Ampang dan Simpang Pulai.

Pengembangannya diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, selain mengurangi kemacetan lalu lintas di pusat kota.

Perumahan Perak, Pariwisata dan Exco Pemerintah Daerah, Datuk Nolee Ashilin Mohammed Radzi menginformasikan bahwa sebagai awal, hub transportasi LRT Ipoh akan dikembangkan di lahan seluas sekitar 60 hektar di sekitar Stasiun Kereta Api Ipoh. Usulan tersebut diharapkan dapat menambah nilai dan landmark baru kota.

* Normawati Adnan adalah jurnalis Sinar Harian Perak

Posted By : togel hongķong 2021