Isu Azam Baki, MACC terus menjadi topik hangat
Nasional

Isu Azam Baki, MACC terus menjadi topik hangat

MASALAH Kepemilikan saham yang melibatkan nama Ketua Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia (MACC), Tan Sri Azam Baki diperkirakan akan terus menjadi topik hangat pekan ini.

Panasnya isu tersebut diperkirakan akan berlanjut ketika Azam menegaskan tidak akan menuruti desakan pihak manapun agar dirinya mundur menyusul kontroversi yang menerpa dirinya.

Di sisi lain, katanya, hanya Yang di-Pertuan Agong, Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah yang bisa mengakhiri masa jabatannya sebagai Komisaris Utama MACC.

Pada Kamis, Panitia Pemilihan Parlemen akan menggelar rapat khusus pada 19 Januari untuk membahas kontroversi jual beli saham yang melibatkan Azam.

Menurut sebuah laporan oleh The Star, pemberitahuan yang dikirim ke anggota parlemen pada Rabu pagi oleh Sekretaris Dewan Rakyat Dr Nizam Mydin Bacha Mydin mengatakan pertemuan itu akan diadakan di Parlemen pada pukul 2 siang Rabu depan.

“Pertemuan ini untuk membahas masalah kepemilikan saham oleh Komisaris Utama MACC,” menurut pemberitahuan itu.

Sementara itu, Angkatan Muda Keadilan (AMK) Parti Keadilan Rakyat (PKR) mendesak pemerintah melakukan amandemen UU MACC 2009 untuk memperbaiki isu-isu terkait integritas di lembaga tersebut.

Ketuanya, Akmal Nasrullah Mohd Nasir, mengatakan upaya itu memungkinkan metode hukum baru dibuat setelah undang-undang yang ada dianggap gagal memantau masalah internal yang terjadi di badan tersebut.

Selain itu, Azam telah diminta untuk menghadiri Parliamentary Select Committee (PSC) untuk Lembaga di bawah Departemen Perdana Menteri pada 19 Januari.

Mengutip laporan Malaysia Kini pada hari Kamis, anggota PSC Chan Foong Hin mengatakan pihaknya telah diberitahu bahwa surat telah dikeluarkan oleh Sekretaris Dewan Rakyat Dr Nizam Mydin Bacha Mydin meminta Azam untuk menghadiri pertemuan untuk membahas masalah kepemilikan jutaan saham. di dua perusahaan yang terdaftar baru-baru ini.

Foong Hin saat ditanya apakah Ketua Lembaga Pemberantasan Korupsi (LPPR), Tan Sri Abu Zahar Ujang juga dipanggil, mengatakan, diketahui hanya Azam yang akan hadir dalam pertemuan tersebut.

Sementara itu, Perdana Menteri Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob diharapkan segera memberikan tanggapan atas usulan reformasi struktur MACC.

Pendiri dan Direktur Eksekutif Center for Combating Cronyism and Corruption (C4), Cynthia Gabriel, menegaskan hal itu karena kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah saat ini rendah akibat kasus yang melibatkan MACC.

Sementara itu, pembentukan Independent Anti-Corruption Commission (IACC) dinilai sangat penting dalam meningkatkan kredibilitas MACC dan kepercayaan publik terhadap lembaga penting ini.

Ketua Koalisi Aksi Malaysia (GBM) Dr Badlishah Sham Baharin mengatakan usulan pembentukan IACC adalah solusi terbaik untuk memberdayakan MACC, setelah komisi tersebut terlibat dalam berbagai masalah selama beberapa tahun terakhir.

Selain itu, empat badan yang mengendalikan MACC diusulkan untuk terdiri dari masyarakat sipil dan pegawai negeri seperti yang dipraktikkan di Indonesia dan Korea.

Chief Executive Officer Institute of Democracy and Economic Affairs (IDEAS), Tricia Yeoh, mengatakan keanggotaan keempat badan tersebut, yakni LPPR, Complaints Committee (CC), Operations Evaluation Panel (ORP), dan Consultative and Anti-Corruption Panel (PPPR) harus terdiri dari 40 persen masyarakat sipil dan 60 persen sektor publik.

Posted By : togel hongķong 2021