Harga sawit naik, pemukim bisa durian runtuh
Nasional

Harga sawit naik, pemukim bisa durian runtuh

SUDAH Peacock Street tua berkeliaran di ibu kota. Mata lelah melihat deretan mobil berangkat dan pulang kerja setiap hari. Begitulah rutinitas para perantau yang mencari nafkah di kota besar.

Jadi, kemarin Merak Jalanan terbang jauh ke pemukiman di pedalaman Pahang.

Indahnya pemandangan hutan belantara yang hijau meskipun ada semak belukar di tengahnya, mungkin kayu gelondongan ditebang untuk proyek pertanian.

The Street Peacock berhenti untuk beristirahat di jalan tanah merah di perkebunan kelapa sawit. Tak jauh dari situ, ada tiga pria yang usianya mencapai 70 tahun. Mereka berbicara tentang harga kelapa sawit saat ini yang mencapai RM1.200 per ton.

Riak-riak di wajah mereka begitu ceria dengan percakapan diselingi tawa kecil. Tampaknya mengungkapkan kegembiraan yang luar biasa setelah bantingan tulang yang melelahkan. Rupanya mereka berbagi rasa terima kasih mereka untuk mendapatkan gaji bersih lebih dari RM11.000 bulan lalu.

Selama 40 tahun makan kelapa sawit, mereka tidak pernah menyangka bisa mencapai gaji lima digit.

Mereka pun mengenang kembali peristiwa menyedihkan dalam hidup ketika pertama kali menduduki tanah rencana Felda pada awal 1980-an. Tanpa sadar, air mata si Merak Jalanan menetes mendengar kisah beratnya hidup membesarkan anak dengan penghasilan yang tidak menentu.

Ternyata gaji yang mereka terima saat ini sepadan dengan fitrah yang dicurahkan sejak mereka masih muda. Berbakti pada tanah dan tentu saja mereka akan tetap setia pada Felda sampai akhir hayat.

Salah satu warga senior berhasil memberitahu temannya untuk tidak lupa membayar zakat pendapatan.

Begitu mereka menyalakan mesin kapcai mereka, Merak Jalanan terbang kembali ke sarang mereka di ibu kota sambil berdoa agar harga minyak sawit terus naik dan stabil, sementara pemerintah menjaga hubungan baik dengan negara-negara pengimpor.

Posted By : togel hongķong 2021