Di mana Anda akan berpisah Bersatu?
Video

Di mana Anda akan berpisah Bersatu?

Kamis lalu, setelah lima hari, kami menerima berita pemecatan lima tokoh kunci Partai Persatuan Adat Malaysia (Bersatu). Pemecatan terhadap mereka yang termasuk pendiri partai Persatuan memang mengagetkan, tapi sudah diduga. Memang setelah ‘Sheraton Move’ dimulai, banyak analis memperkirakan United akan berantakan.

Mungkin banyak yang setuju bahwa sejak awal berdirinya Bersatu tidak memiliki kekuatan sebagai partai politik. Pada awalnya, strategi Bersatu sebagai alternatif UMNO dalam mendulang suara Melayu di daerah semi perkotaan dan pedesaan dianggap tidak cukup kuat untuk menandingi kekuatan UMNO saat itu.

Sentimen kuat masyarakat menginginkan perubahan, kepercayaan dan nostalgia atas kemampuan Tun Dr Mahathir Mohamad dan pendirian Tan Sri Muhyiddin Yassin yang kemudian didukung oleh beberapa veteran UMNO yang masih berpengaruh ternyata berpihak pada Bersatu. Pada akhirnya, Bersatu dan Pakatan Harapan (PH) tidak hanya berhasil menumbangkan Barisan Nasional (BN) di tingkat Pusat, tetapi juga memimpin pemerintahan PH di Johor, Perak dan Kedah.

Namun, setelah semua kesuksesan itu, Bersatu gagal membentuk kekuatan sejatinya. Kegagalan PH untuk mengatasi gejolak internal mereka serta kekacauan mengelola mandat dan harapan rakyat telah mengikis kredibilitas Bersatu, terutama di kalangan orang Melayu.

Sentimen harapan yang tinggi, rasa frustrasi yang tinggi dari masyarakat terhadap Bersatu akhirnya terwujud dalam dua pemilihan umum sela (PRK) di Semenyih dan Tanjung Piai ketika partai tersebut kalah dan kehilangan kursi yang dimenangkannya kurang dari setahun yang lalu.

Hingga saat ini, Bersatu terlihat masih berjuang untuk memposisikan partainya dalam politik nasional. Langkah Sheraton masih memungkinkan United untuk memegang kendali pemerintahan negara, bahkan jika itu hanya mengubah orang. Tapi sepertinya United melemahkan pengaruhnya. Pada suatu waktu, Bersatu mengendalikan Kabinet melalui kontrol posisi-posisi kunci di kementerian. Sekaligus mengendalikan administrasi tiga negara strategis untuk membangun dan memperluas pengaruh dan kekuatan partai dalam politik.

Sejauh ini, rating persetujuan Muhyiddin masih tinggi di kalangan masyarakat. Jabatannya sebagai Perdana Menteri unggul dengan tindakan kehati-hatian apalagi saat wabah Covid-19 dipandang sangat membantu.

Ditambah dengan ‘berkah kerajaan’ selama sesi parlemen terakhir dan penghapusan lima musuh langsungnya di Bersatu, dapat dikatakan bahwa posisinya aman untuk saat ini.

Meski demikian, dari sisi besar, United kepemimpinannya masih belum cukup kuat. Perluasan Kabinet dari 27 menjadi 32 menteri penuh (dengan 38 wakil menteri) membuat Bersatu masih mendominasi Kabinet bahkan di belakang UMNO dalam hal dominasi kursi Parlemen.

Sebagai catatan, posisi kursi Kabinet saat ini adalah Bersatu dengan 11 kursi (14 wakil menteri), UMNO sembilan (sembilan wakil menteri), Partai Koalisi Sarawak (GPS) tiga (lima wakil menteri), Pas tiga (lima wakil menteri), MCA dua (tiga wakil menteri) serta MIC dan Parti Bersatu Sabah (PBS) masing-masing satu sedangkan Parti Solidariti Tanah Air (STAR) dan Parti Bersatu Rakyat Sabah (PBRS) mendapat satu wakil menteri.

Pertanyaannya adalah bagaimana Bersatu ingin menyeimbangkan persaingan dan politik internal di Aliansi Nasional (PN) yang lebih besar dari sebelumnya ketika di PH. Hilangnya kedua negara tersebut tentu akan mengurangi pengaruh Amerika Serikat. Hal ini diperparah dengan persaingan yang akan terjadi antara tiga partai utama Melayu, yaitu Bersatu, UMNO dan Pas jika pemilihan dilakukan sewaktu-waktu.

Bisakah kompromi politik di antara mereka tercapai? Yang terpenting tentu saja bagaimana narasi Bersatu kali ini setelah berhasil menumbangkan kleptokrasi, namun kini mereka semua berkumpul di Putrajaya.

* Mujibu Abd Muis adalah Dosen Senior Ilmu Politik pada Fakultas Ilmu Administrasi dan Kajian Kebijakan, Universiti Teknologi MARA (UiTM)

Posted By : result hk 2021