Berdoa dengan rajin untuk keadilan
Video

Berdoa dengan rajin untuk keadilan

SIFAT adil sangat relatif dan sangat sulit untuk diterjemahkan secara akurat untuk semua situasi. Ada saat-saat ketika segala sesuatunya adil di masa lalu tetapi tidak adil dalam konteks sekarang.

Terkadang tindakan kita adil bagi satu orang tetapi tidak adil bagi orang lain. Namun, selama sifat ego masih mengental di dalam, tidak ada yang akan mengaku pernah melakukan ketidakadilan kepada siapa pun dan dalam keadaan apa pun.

Menurut perspektif Islam, sifat keadilan ini cukup ditekankan. Sifatnya sangat halus dan membutuhkan penelitian mendalam. Kita tidak bisa bangga dengan sifat adil kita selama kita tidak merenungkan secara mendalam kekurangan kita sendiri.

Dari Ibnu Abbas RA bahwa Nabi SAW mengutus Mu’adz ke Yaman dan bersabda: “Bertakwalah (hati-hati) terhadap shalat orang yang terzalimi karena antara shalatnya dengan ALLAH tidak ada halangan.” (Hadits diriwayatkan oleh Bukhari).

Artinya, sekalipun seseorang berilmu, alim dan shaleh, namun tetap perlu diwaspadai karena takut dalam berdakwah, tidak tertutup kemungkinan dapat mempermalukan seseorang, menyerang secara pribadi, mudah menarik kesimpulan dan menghukum sesuatu secara asal-asalan dan berpihak pada kelompok tertentu. .

Singkatnya, dalam menyampaikan pesan, kita disarankan untuk tidak menindas orang lain, apalagi melibatkan hal-hal yang lebih besar.

Bahkan, seribu macam cerita bisa ditampilkan terkait isu ketidakadilan di masyarakat.

Diantaranya, isu kenaikan harga yang tak kunjung usai, permasalahan air bersih yang tak kunjung terselesaikan, jangkauan internet yang belum meluas, permasalahan perumahan rakyat yang selalu panas dan berbagai isu lain yang membebani masyarakat.

Itu belum termasuk masalah kemiskinan, kenyamanan hidup dan hak-hak yang seharusnya dimiliki rakyat dalam demokrasi ini.

Ya benar, mereka yang bertanggung jawab memiliki alasan sendiri mengapa ini terjadi. Meski begitu, jika masyarakat merasa tertindas dan teraniaya dengan isu-isu tersebut, tentu mereka akan berdoa siang malam untuk menuntut keadilan dari TUHAN.

Menurut saya, jika pemimpin benar-benar takut dengan doa orang-orang yang merasa tertindas dan teraniaya, tentu tidak mudah untuk duduk dan menangis jika mendengar ada orang yang miskin dan lapar.

Bahkan, jiwa mereka akan gemetar ketika mengetahui ada anak yang putus sekolah karena membantu orang tua yang cacat atau sakit.

Selain itu, mereka juga bersedia merombak sistem yang ada dan memberhentikan pejabat yang tidak amanah dalam menjalankan tanggung jawabnya kepada rakyat. Saya percaya, kita masih tidak kekurangan pemimpin dengan karakter seperti itu, tetapi kita membutuhkan lebih banyak orang seperti mereka.

Selain itu, isu kezaliman dan penganiayaan juga ‘bertengger’ pada diri kita sendiri. Ada yang menjadi korban fitnah, terhalang promosi, tertipu dan dikhianati serta berbagai corak kehidupan lain yang terjadi di antara kita.

Namun, tidak semua berhasil melewati ujian tersebut karena jiwa yang begitu lemah dan kurangnya doa kepada ALLAH.

Semoga kita terhindar dari sifat tirani. Bagi yang merasa tertindas dan teraniaya, merendahkan diri dan rajin berdoa untuk mencari keadilan dari ALLAH selama Ramadhan ini.

Jika pemimpin benar-benar takut dengan doa orang-orang yang merasa tertindas dan teraniaya, tentu tidak mudah untuk duduk dan menangis jika mendengar ada orang yang miskin dan lapar.

* Associate Professor Dr Huzili Hussin adalah Kepala Pusat Keunggulan Inovasi dan Keberlanjutan Sosial (COESIS) Universiti Malaysia Perlis

Posted By : result hk 2021