Anak yang luar biasa karena cetakan orang tua
Nasional

Anak yang luar biasa karena cetakan orang tua

MELENTUR bambu terlepas dari pucuknya. Semua anak kita hebat dan mampu menonjolkan bakatnya jika pola asuh serta pola asuh yang diberikan orang tua tepat.

Nama Yusra Asna Ruslin, tujuh tahun asal Padang Besar, Perlis, menjadi perbincangan pekan ini setelah videonya secara efisien menyebarkan roti canai tular di media sosial.

Pola asuh yang tegas dari ayahnya, Ruslin Meli, 46, dan Yuwita Shuib, 36, namun penuh kasih sayang secara tidak langsung membentuk karakter Yusra Asna yang ingin membantu orang tuanya di warung makan.

Ditanya jam berapa Yusra Asna bangun setiap hari selama tiga minggu liburan sekolah terakhir untuk membantu orang tuanya di warung keluarganya dekat perempatan lampu lalu lintas Balai Baru, dia menjawab jam 4 pagi.

Tidak mudah untuk bangun sepagi itu jika tidak dididik dengan komitmen, tekad dan tekad yang tinggi untuk mencapai suatu tujuan atau cita-cita menjadi orang sukses.

Setelah tiga bulan ‘belajar’ dengan orang tuanya, kini anak kecil itu mampu menebar sekitar 60 potong roti canai sehari. Di samping meja ayahnya juga disediakan meja khusus agar pekerjaan menyebarkan roti canai tidak terganggu.

Pelanggan yang datang senang melihat kinerja Yusra Asna, bahkan Menteri Besar Perlis, Datuk Seri Azlan Man tidak melewatkan kesempatan untuk sarapan pagi di warung sambil memberikan kata-kata penyemangat kepada Yusra Asna.

Azlan percaya bahwa anak kecil itu mampu menjadi pengusaha sukses berdasarkan tekad dan minatnya di dunia bisnis. Dukungan orang tuanya mampu membentuk karakter anak untuk berprestasi di masa depan.

Jangan mengira Yusra Asna tidak boleh keluar bermain karena begitu jam kerja berakhir pada pukul 11.00, ia terlihat bermain dengan temannya di dekat warung.

Senin lalu, Yusra Asna mulai bersekolah lagi di Sekolah Kebangsaan (SK) Seri Tunjong. Kegiatan menebar roti canai kini dilakukan pada akhir pekan.

Itulah salah satu kisah inspiratif yang bisa kita ambil hikmahnya. Sebenarnya banyak cerita tentang semangat luar biasa anak-anak yang mungkin belum kita ketahui atau sadari.

Penulis tertarik dengan kata-kata ayah Yusra Asna. Dia mengatakan dia dan istrinya tidak memaksa putranya untuk menyebarkan roti canai karena tujuan awal membawa anak-anak ke warung adalah untuk mengurangi waktu anak-anak bermain dengan ponsel sepanjang waktu.

Tak hanya Yusra Asna, anak-anaknya yang berusia delapan tahun dan 14 tahun juga turut membantu mereka di warung makan yang sudah beroperasi sejak 2009.

Ruslin mengatakan upaya itu berhasil karena anak-anak tidak lagi menghabiskan waktu dengan gadget, melainkan ada minat untuk membantu menyebarkan roti canai.

Meski awalnya agak ragu, sikap Yusra Asna yang pantang menyerah dalam belajar akhirnya melunakkan hati Ruslin untuk memberinya bimbingan dalam menyebarkan roti canai dengan benar.

Kehadiran Yusra Asna dan anak-anak di booth sedikit banyak dapat membantu mereka mengelola pelanggan dan yang terpenting, semua anak selalu di depan mata tanpa ada rasa khawatir.

* Wan Mohd Noor Hafiz Wan Mansor adalah jurnalis Sinar Harian Utara

Posted By : togel hongķong 2021