Aktivitas ‘teropong’ polisi jual sertifikat digital vaksin Covid-19 palsu
Nasional

Aktivitas ‘teropong’ polisi jual sertifikat digital vaksin Covid-19 palsu

BERITA Penangkapan seorang praktisi medis berusia 51 tahun di Marang, Terengganu karena dicurigai menjual sertifikat vaksin Covid 19 pada 10 Januari benar-benar ‘mengguncang’ Malaysia.

Bukan kisah penjualan sertifikat vaksin yang mengejutkan karena banyak yang mengharapkan ‘kegiatan’ itu terjadi karena orang Malaysia dikenal sangat kreatif.

Yang miris, dalangnya adalah seorang praktisi medis atau dalam bahasa sederhananya seorang dokter yang diharapkan berperan dalam menyadarkan masyarakat akan pentingnya minum vaksin, namun yang terjadi justru sebaliknya.

Namun, perilaku pelaku pemalsuan sertifikat vaksin Covid-19 sudah tidak tenang lagi karena polisi kini serius memantau aktivitas tersebut.

Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Acryl Sani Abdullah Sani dalam konferensi persnya di Kuala Lumpur, Rabu, menegaskan telah menginstruksikan Badan Reserse Kriminal (JSJ) dan Badan Penyelidikan Kejahatan Komersial (JSJK) Bukit Aman untuk melakukan intelijen dan pelacakan. sindikat yang terlibat dalam penjualan sertifikat vaksin Covid-19 palsu.

Acryl Sani menjelaskan, pihaknya serius terhadap tindakan kelompok atau individu yang melakukan penjualan sertifikat palsu.

Pada Selasa, Direktur Reserse Kriminal Komersial Bukit Aman, Datuk Kamarudin Md Din menginformasikan, sejauh ini baru ditemukan satu kasus terkait aktivitas penawaran sertifikat vaksin palsu.

Tersangka, seorang praktisi medis berusia 51 tahun, ditangkap di Marang Terengganu karena dicurigai menjual sertifikat vaksin Covid 19 tanpa memberikan suntikan vaksin yang sebenarnya.

Kamarudin mengatakan, masyarakat yang memiliki informasi tentang kegiatan tersebut dihimbau untuk menyampaikan informasi tersebut kepada pihak kepolisian.

Sementara itu, lima orang, termasuk yang telah memperoleh sertifikat vaksinasi Covid-19 yang diyakini palsu dari sebuah klinik swasta di Marang, dilaporkan siap menjadi saksi kasus tersebut.

Kapolsek Terengganu Datuk Rohaimi Md Isa dalam konferensi persnya di Kuala Terengganu, Terengganu mengatakan, semuanya datang secara sukarela untuk membantu mengusut kasus penjualan sertifikat vaksinasi palsu.

Dengan demikian, bagi mereka yang memiliki keinginan untuk melakukan perbuatan asusila tersebut untuk segera menghentikan perbuatannya.

Posted By : togel hongķong 2021